JEPARA– Mengawali Tahun Pelajaran 2026/2027, SMA Muhammadiyah 2 Mayong resmi membuka kegiatan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dibuka secara resmi oleh Pengawas Sekolah Muhammad Jazilun Ni'am, S.Pd., M.Pd selaku perwakilan dari Dinas Pendidikan Wilayah tiga, didampingi oleh segenap jajaran pimpinan sekolah. Senin ( 13 Juli 2026 M/ 28 Muharram 1448 H)
Pelaksanaan MPLS tahun ini tampil beda dan sepenuhnya merujuk pada regulasi terbaru, yakni Permendikdasmen No. 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah serta Surat Edaran Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor XXX/I.4/F/2026 terkait implementasi materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Ramah.
Kebijakan ini menekankan pentingnya menciptakan ekosistem sekolah yang aman, inklusif, kolaboratif, serta bebas dari segala bentuk perpeloncoan dan kekerasan.
Dalam sambutan pembukaannya, Pengawas Sekolah menyampaikan apresiasi yang luar biasa terhadap komitmen SMA Muhammadiyah 2 Mayong yang bergerak cepat menyelaraskan kurikulum orientasi dengan peraturan menteri terbaru. Pengawas menekankan bahwa pengenalan lingkungan sekolah harus menjadi pondasi kenyamanan belajar anak di jenjang pendidikan menengah.
"Guna merealisasikan amanah edaran Pusat Muhammadiyah, panitia FORTASI SMA Muhammadiyah 2 Mayong mengintegrasikan materi inti ke dalam rangkaian kegiatan yang interaktif," terang Kepala SMA Muhammadiyah Mayong, Heri Totowiyono.
Hal ini menurut kepala SMA Muhammadiyah Mayong diantaranya: gerakan Tujuh Anak Indonesia Hebat & Pagi Ceria: Mengajak siswa memulai aktivitas sekolah dengan penuh semangat, motivasi positif, dan pembiasaan islami yang ramah.
Sopan dan Santun Bermedia Sosial: Edukasi literasi digital agar para siswa bijak, santun, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi informasi.
Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S): Penanaman kembali karakter dasar budi pekerti dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah.
Gerakan Indonesia ASRI & Rukun Sama Teman: Menumbuhkan kepedulian lingkungan hidup sekaligus mempererat rasa persaudaraan antar-sesama pelajar.
Suasana pembukaan semakin semarak dan menyentuh hati ketika seluruh peserta didik baru bersama-sama mendengarkan dan menyanyikan lagu “Hari Baru” serta “Rukun Sama Teman” secara serempak. Lagu pembiasaan karakter tersebut diputar secara khusus untuk membangun harmoni, keceriaan, dan rasa kebersamaan sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di sekolah.
Seluruh rangkaian momentum bersejarah ini juga didokumentasikan dalam bentuk video pendek kreatif oleh tim dokumentasi sekolah. Video laporan tersebut merangkum antusiasme siswa, keceriaan aktivitas pembukaan, serta implementasi nyata dari poin-poin sekolah ramah anak.
"Laporan video pendek ini segera dikirimkan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai wujud akuntabilitas dan komitmen nyata SMA Muhammadiyah 2 Mayong dalam menyukseskan agenda nasional Sekolah Ramah Anak," pungkas Hery Totowiyono.
Kontributor : Monitha Ardiningsih



0 Komentar